Jurnalis : Ika Indriani
TARGETJURNALIS_BANGKABARAT_ Menteri Sosial RI, Tri Rismaharini kembali melaksanakan Lawatan Sejarah sekaligus Launching Tata Pamer Bangunan Cagar Budaya Nasional di Pesanggrahan Menumbing Muntok Kabupaten Bangka Barat, Minggu (19/12/2021)
Selain melakukan peninjauan gedung bersejarah yaitu rumah persinggahan Presiden RI yang pertama, Ir. Soekarno, Bung Hatta bersama tokoh perjuangan lainnya pernah menoreh sejarah, Mensos juga melakukan launching Tata Pamer Bangunan Cagar Budaya Nasional Pesanggrahan Menumbing serta melepas satwa jenis Elang Brontok.

Saat dikonfirmasi awak media, Mensos yang akrab disapa Risma menjelaskan bahwa dirinya merasa suprise untuk pertama kalinya mengunjungi Pesanggrahan Menumbing dengan keindahan panorama dan gedung bersejarahnya.
“Jadi terus terang saya sangat suprise (saat berkunjung ke Pesanggrahan Menumbing) karena banyak gedung yang bernilai sejarah yang cukup tinggi di Bangka Belitung diantaranya di Muntok, karena itu mengangkat supaya masyarakat di Indonesia tau bagaimana sejarah perjuangan bangsa Indonesia itu dengan lengkap,” jelasnya

Dengan pelaksanaan HKSN di Kabupaten Bangka Barat, Risma juga berharap nantinya dapat lebih ter-ekspose dan diketahui masyarakat Indonesia lainnya sebagai alternatif wisata.
“Rangkaian acara kegiatan yamg dilaksanakan tidak hanya di Bangka Barat, jadi hari utamanya di Bangka Barat. Menurut saya ini bisa banyak warga di Indonesia, termasuk saya belum tau tentang Bangka Barat, tapi dengan begini maka kemudian kita teman-teman media bisa memberitahukan ke seluruh bangsa Indonesia, bahwa ada daerah cantik di Bangka Barat Bangka Belitung yang juga bisa jadi alternatif untuk kunjungan wisata,” tegasnya

Risma juga sempat menuliskan pesan kesannya dengan tinta merah sambil sempat meneteskan air mata.
“Kami bangga pada seluruh warga Bangka yang menerima para pejuang kemerdekaan dengan baik,” salah satu kalimat yang ditulis Risma

Risma berpesan, agar kekuatan toleransi yang telah ada di Bangka Barat, dapat terus dilakukan dan diterapkan di tempat lain sehingga dapat menjadi dalah satu kekuatan.
“Saya pikir kita bisa bergandengan tangan terus, karena sya dengar tadi dari pak Wabup, Bangka Barat adalah daerah yang sangat toleransinya tinggi. Jadi ini bisa terus dikembangkan menjadi sesuatu kekuatan untuk membuat rakyat sejahtera. Contohnya seluruh agama diwajibkan untuk membagi zakat, sebetulnya itu adalah salah satu juga gotong royong kalau kita bisa benar-benar tangani dengan baik kekuatan gotong royong itu akan menjadi kekuatan yang sangat besar di Bangka Barat maupun di Indonesia,” pungkasnya


