Jurnalis : Ika Indriani
TARGETJURNALIS_BANGKABARAT_ Polres Bangka Barat gelar konferensi pers akhir tahun di Gedung Pertemuan Catur Prasetya Polres Babar, Kamis (30/12/2021)
Kapolres Bangka Barat, AKBP Agus Siswanto, SH., SIK., MH didampingi Kasat Reskrim, Kasat Lantas, Kasat Narkoba, dan Kasat Intel menjelaskan capaian yang telah dilakukan Polres Bangka Barat selama satu tahun baik pembinaan keamanan maupun penegakan hukum.
“Evaluasi pencapaian tindak pidana yang terjadi di wilayah hukum Bangka Barat untuk saat ini di tahun 2021 sebanyak 133 kasus Sedangkan untuk tingkat kejahatan di tahun 2020 di wilayah hukum Bangka Barat sangat tinggi masih sebanyak 179 kasus mengalami penurunan 46 kasus,” jelasnya
Kapolres juga menjelaskan tingkat persentase penyelesaian kasus dan ungkap kasus pada tahun ini.
“Penyelasaian dan ungkap kasus di tahun sebelumnya sudah 80% dan untuk presentasi penyelesaian di tahun 2021 sudah 91% tingkat persentase penyelesaian kasus dan ungkap Kasus yang sudah di LP kan di Polres Bangka Barat,” imbuhnya
Jumlah laporan Tipikor disebutkan Kapolres sebanyak 2 kasus dari tahun 2019 sampai dengan tahun 2021 dan dalam proses penyidikan
“Untuk tindak pidana korupsi di tahun 2021 satreskrim melakukan proses penyelidikan tindak pidana sebanyak 6 perkara sebesar Rp.1.143.330.818,- berdasarkan potensi kerugian negara tersebut berhasil diselamatkan oleh penyidik sehingga akan disetorkan ke kas desa masing-masing untuk dianggarkan dalam APBD Desa tahun 2022,” bebernya
Kapolres juga mengungkapkan kasus illegal mining sebanyak 12 kasus dan 2 sudah dinyatakan P21 atau selesai sedangkan 10 kasus sudah dalam proses penyidikan.
“Untuk jumlah pelakunya sebanyak 13 orang 3 pelaku yang sudah dinyatakan P21 dan 10 orang sudah dalam proses penyidikan,” jelasnya
Dan untuk tindak pidana penyalahgunaan narkotika disebutkan Kapolres mengalami kenaikan kasus siring dengan peningkatan kinerja Satnarkoba.
“Untuk tindak pidana penyalahgunaan narkotika selama tahun 2021 mengalami kenaikan kasus sebesar 25% (7 kasus), pada tahun 2020 sebanyak 21 kasus, sedangkan di tahun 2021 terdapat 28 kasus. Terjadi peningkatan kasus berarti terjadi peningkatan juga kinerja oleh satnarkoba,” pungkasnya


