TARGETJURNALIS_BANGKA BARAT_ Direktur Perusahaan Umum Daerah Air Minum Tirta Sejiran Setason Kabupaten Bangka Barat tahun 2026-2031, Harpandi pastikan masyarakat Bangka Barat mengkonsumsi air layak minum bukan sekedar layak mandi.
Hal tersebut dikatakannya usai dilantik sebagai Direktur Perumdam TSS Bangka Barat di OR 1 Setda Bangka Barat, Sabtu (31/1/2026).
“Bahwa bagaimana masyarakat itu percaya kepada PDAM, bahwa PDAM itu bukan hanya Perusahaan Daerah Air Mandi, tapi Perusahaan Air Minum yang memang secara pH itu layak untuk dikonsumsi oleh masyarakat Bangka Barat seperti itu.” Ujarnya.
Lama berkecimpung di dunia politik, penyelenggara Pemilu, hingga merambah main ke air, mengurusi perairan di Bangka Barat, Harpandi akan mengawali karis sebagai Direktur PDAM dengan melakukan investasi kepercayaan kepada masyarakat,
“Sebenarnya ini lebih kepada manajerial saja kan. Kalau kemarin itu kita di KPU, kita manajerial kawan-kawan penyelenggara Pemilu, nah sekarang kita sama-sama pelayanan juga. KPU juga melayani pemilih dan partai politik, PDAM juga sama. Pada intinya tugas utama dari PDAM itu kan melakukan pelayanan sumber air bersih kepada masyarakat yang ada di Bangka Barat seperti itu.” Jelas Harpandi.
Untuk penekanan Bupati, Markus terkait atensi kepada urusan keuangan, Harpandi menyatakan siap dengan strategi yang akan segera dilakukan.
“Strategi kita ke depan, kita harus berinvestasi kepercayaan dulu kepada masyarakat. Ada beberapa masukan dari masyarakat kemarin ini terkait masalah kualitas air. Jadi kualitas air kita yang memang katakanlah masih keruh, terus lagi ada beberapa meteran yang kira-kira tidak akurat. Nah ini yang memang harus kita benahi kembali,” jelasnya.
Dia juga mengakui adanya catatan terkait masalah NRW (Non-Revenue Water) yang akan segera ditindaklanjuti.
“Jadi NRW inilah yang nanti akan kita lakukan evaluasi ataupun perbaikan-perbaikan yang ada di titik-titik merugikan pelanggan PDAM itu sendiri.” Tukasnya.
“NRW ini kan air tidak berrekening. Jadi air tidak berrekening ini ada beberapa permasalahan, pertama masalah pipa rusak ataupun meteran yang tidak akurat, yang mungkin saja ini bisa merugikan perusahaan ataupun masyarakat.” Tambahnya lagi.
Adapun untuk jangka menengah, Harpandi menyatakan akan mengoptimalisasi serta digitalisasi terkait masalah administrasi yang ada di perusahaan Perumdam Tirta Sejiran Setason.
“Nanti pelayanan-pelayanan untuk pelanggan, misalnya pembayaran melalui aplikasi sehingga digitalisasi ini juga nanti akan mendorong tertibnya administrasi di perusahaan.” Bebernya.
Untuk SDM yang ada, dia menjelaskan akan segera melakukan koordinasi kepada pihak managerial untuk melakukan adaptasi bahkan evaluasi kinerja pegawai.


