TARGETJURNALIS_BANGKA BARAT_Mengubah pola pikir masyarakat untuk kembali melaut ternyata bukan perkara mudah. Bupati Bangka Barat, Markus, blak-blakan mengaku pusing memikirkan cara merayu warganya agar mau kembali bekerja sebagai nelayan di tengah bayang-bayang pesona batu hitam (timah).
Markus menceritakan bagaimana masyarakat pesisir saat ini cenderung memilih sektor tambang. “Katanya kalau nambang, dapat sekilo dua kilo langsung jadi duit,” cerita Markus menirukan keluhan warga, Sabtu (30/5/2026),
Selain urusan dompet cepat tebal, faktor nyawa juga jadi alasan. Banyak warga yang takut melaut karena ombak besar yang berisiko membuat kapal tenggelam.
Pemangku kebijakan dikatakan Markus, tengah menghadapi tantangan serius dalam menjaga keberlanjutan ekonomi jangka panjang dengan tingginya aktivitas penambangan timah telah menggeser minat masyarakat pesisir untuk mengoptimalkan potensi kelautan daerah.
Padahal, menurut Markus, laut Bangka Barat punya potensi luar biasa. Ia juga mengingatkan warga agar tidak terlena, sebab cadangan timah di bumi sekaer cepat atau lambat akan habis.
“Strategi baru pun kini sedang digodok pemerintah daerah agar sektor perikanan kembali bergairah,” tukasnya.
Namun di sisi lain, Markus juga sadar betul kalau ekonomi Bangka Barat saat ini masih sangat bergantung pada timah. Ia berharap raksasa tambang PT Timah tetap eksis.
“Jangan sampai PT Timah tutup, babak belur kita,” pungkasnya.


