TARGETJURNALIS_BANGKA BARAT – Pemerintah Kabupaten Bangka Barat tengah menyiapkan langkah strategis untuk mengendalikan inflasi dan menjaga stabilitas harga kebutuhan pokok. Langkah konkret yang diambil adalah dengan membentuk Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) pangan serta merencanakan pembangunan Pusat Pelelangan Ikan (PPI).
Bupati Bangka Barat, Markus, menyatakan bahwa BUMD pangan ini nantinya akan menjadi motor penggerak dalam mendistribusikan sembako dengan harga yang lebih terjangkau bagi masyarakat. Jika terealisasi, Bangka Barat akan menjadi pelopor inovasi ini di tingkat provinsi.
“Mungkin nanti se-Bangka Belitung baru kita yang akan launching BUMD pangan,” ujar Markus saat dikonfirmasi awak media, Sabtu (30/5/2026).
Markus menjelaskan, ide pembentukan BUMD pangan ini muncul setelah dirinya berdiskusi dengan Pemerintah Kabupaten Banyuasin, sebuah daerah yang memiliki surplus produksi beras yang melimpah.
“Saya ingin beras mereka bisa disuplai ke kita,” kata Markus.
Markus juga menjelaskan dalam operasionalnya nanti, BUMD pangan akan menggandeng BULOG dan Koperasi Merah Putih untuk menyalurkan berbagai komoditas penting. Slain beras, bahan pokok lain seperti minyak goreng juga akan dikelola agar harganya tetap stabil dan menekan laju inflasi.
Selain fokus pada sembako, Pemkab Bangka Barat juga menyoroti ironi tingginya harga ikan di wilayah mereka, padahal Bangka Barat dikelilingi oleh wilayah laut yang luas.
“Kita daerah laut tapi ikan masih mahal. Itu yang membuat inflasi Babel ini naik, di ikan itulah,” ungkap Markus.
“Pemerintah daerah berencana membangun Pusat Pelelangan Ikan (PPI) agar rantai distribusi ikan lebih terpangkas dan harganya menjadi lebih ramah di kantong masyarakat,” pungkasnya.


