TARGETJURNALIS_PANGKALPINANG_ Wali Kota Pangkalpinang, Profesor Saparudin gelar Audiensi dan Silaturahmi bersama Kepala Lembaga Pemasyarakatan Kelas II A Pangkalpinang di Ruang Kerja Wali Kota Pangkalpinang, Jumat (29/5/2026).
“Kita pertemuan dengan Kalapas. Pak Kalapas ini sudah punya program untuk pemberdayaan masyarakat yang dikerjasamakan dengan Lapas Tuatunu,” ujar Prof. Udin
Ada pembahasan program terkait pengembangan produksi nanas, dikatakan Prof. Udin yang dibahas dalam pertemuan tersebut.
“Pemerintah kota sedang membangun rumah produksi untuk pengolahan nanas. dari Lapas, ini ternyata mereka sudah melakukan pelatihan, sudah memproduksi, dan sampelnya sudah dikirim ke Jawa Barat,” jelasnya.
Bahkan, pengolahan nanas tersebut disebutkannya ditargetkan masuk untuk pemasaran nasional.
“Ternyata offtaker yang di Jawa Barat sangat tertarik dengan hasil olahan dari Lapas ini. Nah, ini mau di-scale up untuk diberikan juga kepada masyarakat di Tuatunu untuk memproduksi dodol nanas, kemudian mochi nanas, dan macam-macam lah. Karena Tuatunu adalah penghasil, sentra penghasil nanas, dengan kolaborasi ini tentu kita harapkan produk yang ada di Tuatunu itu bisa menembus pangsa pasar nasional” tukasnya.
Selain itu, program ketahan pangan dikatakan Prof. Udin menjadi program perioritas kedua yang akan dikembangkan melalui lapas Tuatunu.
“Dari pihak Lapas juga sudah melakukan satu program untuk penanaman seperti semangka, melon, dan sebagainya. Dan itu akan disiapkan di Tuatunu. Dan sudah program itu sudah diuji coba oleh pihak Lapas di banyak tempat sehingga di kita akan implementasikan, kita praktekkan di Tuatunu,” jelasnya.
Pihak lapas juga dijelaskan Prof Udin,
Sudah memproduksi kompos yang dapat dijadikan media tanam nantinya.
“Kompos inilah juga akan diberikan kepada masyarakat. Nanti juga akan diajarkan juga kepada kelompok-kelompok masyarakat supaya bisa membikin kompos sendiri. Sehingga mereka begitu mereka menanam itu, lahannya sudah punya, bibitnya nanti sudah ada, kompos pupuknya sudah ada. Nah, sehingga mereka bisa lebih efektif, efisien, dan dengan biaya yang kecil mereka bisa menghasilkan,” pungkasnya.


