Jurnalis : Ika Indriani
TARGETJURNALIS_BANGKABARAT_ Tim Keamanan Gabungan yang terdiri dari 170 anggota Polda Babel, Lanal Babel, Polres Bangka, Polres Bangka Barat, Kodim Bangka dan Kodim Bangka Barat melaksanakan operasi penertiban penambangan di wilayah Perairan Tanjung Rhu Desa Bakit Kelabat Dalam Kecamatan Parittiga, Senin (9/8/2021)
Kegiatan operasi dipimpin oleh Karo Ops Polda Kep. Babel Kombes Pol. Sihar Matogu Manurung, SH dengan pelaksanaan apel gabungan di Dermaga Mantung, kemudian menyisir aktivitas penambangan menggunakan speed boat patroli dan speed boat milik nelayan setempat.

Penertiban tersebut diungkapkan Karo Ops Polda Babel merupakan tindak lanjut dari rapat yang telah dilaksanakan di Polda Babel dan di Bakit yang dipimpin oleh Gubernur Babel serta dihadiri Forkopimda Bangka Barat dan Bangka Induk.
“Sudah jelas diimbau dari Bangka Barat dan Kabupaten Bangka, memang mereka semua menepi, tapi untuk memastikan kembali, kami akan turun patroli ke tempat-tempat persembunyian kapal tersebut, apabila kita temukan akan kita imbau kembali, akan kita police line, agar mereka tidak bergerak, karena terus terang ini biasanya kucing-kucingan. Jadi kita betul-betul akan menindak apabila dia melakukan penambangan, kita akan menarik kapal tersebut, kita akan kumpulkan di Bangka Induk maupun di Bangka Barat,” ungkap Kombes Pol. Sihar Matogu Manurung, SH

Sihar Matogu Manurung juga mengatakan pihak keamanan juga akan melakukan patroli selama 7 hari dengan beberapa tahapan.
“Kegiatan ini kita rencanakan dalam 7 hari, kita akan monitor, tahap pertama kita akan melakukan patroli, tahap kedua patroli dan tahap ketiga jika memang kita tidak akan temukan lagi, kita akan tertibkan yang ada di Tanjung Rhu sesuai dengan SPK yang dikeluarkan PT LSM. Selebihnya jika tidak ada SPK kita akan lakukan tindakan pengusiran,” jelasnya

Terakhir, dengan penertiban tersebut, Karo Ops Polda Babel berharap situasi akan dapat kondusif serta kamtibmas dapat terjaga.
” Jadi semua harus satu suara, Harapan Kita tidak ada lagi konflik sosial masyarakat, antara nelayan dengan penambang, kemarin kita sudah sampaikan aspirasi masyarakat nelayan bahwa mereka tidak akan protes selagi dilakukan ada SPK dan di wilayah yang telah ditentukan,” pungkasnya
Hasil pelaksanaan operasi penertiban, tidak ditemukan aktivitas penambangan ilegal dan hanya penambang dari PT LSM yang beroperasi ditandai dengan bendera merah dengan suasana kondusif.


