TARGETJURNALIS_ BANGKA BARAT_ Coronavirus Disease atau dikenal dengan virus covid19 mewabah di berbagai penjuru Dunia kurang lebih 2 windu lamanya, tak luput Negara Indonesia, Provinsi Bangka Belitung dan kabupaten Bangka Barat serta kecamtan Muntok.
Berbagai komunitas dan banyak kalangan sudah di jangkitinya, tak hayal juga profesi seorang jurnalis dapat di jangkitinya. Sepeti yang di alami salah satu Jurnalis di Bangka Barat.
“Aku dan teman-teman seprofesi selalu saling mengingatkan untuk tetap menjaga protokol kesehatan, terutama aku yang memang selalu acap kali hampir terpapar, dan berkali harus melakukan swab, pcr maupun rapid antigen”, paparnya
“Keberuntunganku mungkin lagi diuji, kini, tepat pada tanggal 29 Mei 2021, aku dinyatakan positif covid19, setelah sebelumnya pada tanggal 27, aku test PCR”, tambahnya.
Dalam ceritanya yang sangat pilu itu, Dia menyampaikan bahwa, sampai dia di karantina mandiri, tidak ada perhatian tim Gugus tugas Covid19 menyambangi kediamannya, pada Media TargetJurnalis melanjutkan keluh kesahnya selanjunya;
“Perasaanku, tentu saja gamang, resah dan berkecamuk. Selain aku tidak bisa meliput berita seperti biasanya, aku juga berperang dengan hatiku, dengan kondisi seperti ini, aku membayangkan menjadi masyarakat yang harus diisolasi, tidak punya uang dan tidak punya makanan, menunggu tim yang mengantar makanan tidak kunjung tiba”.
“Kemarin aku sempat keluar rumah, karena hasil pcr belum ada , terlebih stok sembako dirumah berkurang . Sehingga langkah kaki ini memaksa untuk ke Pasar” pungkasnya
Bangka Barat telah menyiapkan anggaran sebesar 24,1 milyar untuk penanganan covid19 yang dialokasikan sebesar 8,1 milyar untuk dinas kesehatan dan 4,9 milyar untuk RSUD Sejiran Setason, ini pernah saya tulis di media Okeyboz pada April 2020 jelasnya
Bangka Barat juga telah menerima 2 kali penghargaan penanganan covid dari pusat, DID tahap 1 sebesar 11,9 milyar dan DID tahap 2 sebesar 11,2 milyar dikucurkan oleh Kementerian Keuangan RI. Nominal insentif yang didapatkan untuk dokter spesialis Rp.15 juta, dokter umum Rp.10 juta, tenaga perawat Rp 7,5 juta, tenaga kesehatan lainnya Rp.5 juta,”. ( berbagai sumber ). Pr1


