Jurnalis : Ika Indriani
TARGETJURNALIS_BANGKABARAT_ Bupati Bangka Barat menyerahkan bantuan hibah alat kesenian tahun ajaran 2021 di Aula Pertemuan Restoran Rumah Kebun Muntok, Senin (25/10/2021)
Dalam arahannya, Bupati Bangka Barat menjelasan bahwa kesenian daerah merupakan kekayaan yang tidak ternilai harganya dan dapat memperkuat jati diri bangsa serta perlu adanya program perlindungan pengembangan serta pemanfaatan.
“Sebagai upaya mengembangkan kesenian perlu adanya kegiatan berupa peningkatan sarana dan prasarana sanggar seni dalam pengelolaan keragaman budaya dengan mengacu pada peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia nomor 85 tahun 2013 tentang standar pelayanan minimal bidang kesenian di mana pemberian bantuan merupakan cakupan dari fasilitasi seni sehingga kesenian yang di daerah dapat terus ada hidup dan berkembang,” jelasnya

Bupati juga menjelaskan tujuan dari acara pemberian bantuan alat kesenian tersebut demi menunjang aktivitas seni di wilayah Bangka Barat.
“Sebagai upaya memberikan dorongan atau rangsangan untuk menambah gairah berkarya kepada seniman dan atau organisasi kesenian agar lebih mampu membina dan mengembangkan kreativitas berkarya di bidang seni serta terpenuhinya cakupan fasilitasi seni berupa bantuan alat kesenian bagi sanggar-sanggar seni,” bebernya

Pada kesempatan yang sama, Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Pemkab Bangka Barat, Muhammad Ali menyampaikan bahwa penerima bantuan hibah alat kesenian tahun anggaran 2021 diberikan kepada 12 sanggar seni yang telah mengajukan proposal.
“Sanggar seni yang terdaftar di Bangka Barat, totalnya 90 sanggar, dari 90 sanggar ini Pemerintah Kabupaten Bangka Barat dalam hal ini Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Bangka Barat, telah membantu sebanyak 34 sanggar jadi sudah tercapai sekitar 37,78 persen dari 90 sanggar yang ada,” tukasnya

Untuk mndapatkan bantuan hibah alat kesenian, Muhammad Ali menyebutkan ada beberapa kreteria yang harus dipenuhi.
“Pertama kreterianya harus sudah terdaftar minimal 2 tahun, itu sudah 2-3 tahun berjalan. Kedua mereka harus aktif terdaftar, kalau tidak aktif buat apa kami membantu mereka jadi harus sanggar-sanggar yang aktif agar alat ini bermanfaat bisa digunakan untuk kemajuan seni budaya di Bangka Barat, Ketiga harus mengajukan proposal bantuan agar kami bisa merencanakannya memasukan anggarannya di tahun 2021,” pungkasnya


