Jurnalis : Ika Indriani
TARGETJURNALIS_BANGKABARAT_ Meningkatnya kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) hingga merenggut nyawa seorang bocah di Kecamatan Muntok, sehingga Forkopimcam Muntok menggelar rapat terkait pengendalian DBD dengan stake holder terkait yang dilaksanakan di Ruang Rapat Kecamatan Muntok, Kamis (18/11/2021)
Harianto selaku Kepala Puskesmas Muntok menjelaskan rapat tersebut dilaksanakan guna bersinergi memberikan edukasi dan imbauan kepada masyarakat untuk mewaspadai DBD dengan berperilaku hidup bersih dan sehat (PHBS)
“Tujuan kami mengundang seluruh Kades, Lurah dan lintas sektor di Kecamatan Muntok adalah mengajak masyarakat agar sadar tahu dan mampu untuk membudayakan perilaku hidup bersih dan sehat, PHBS di tatanan rumah tangga. Dalam PHBS tersebut ada yang namanya indikator bebas jentik di rumah atau di lingkungan,” ungkapnya

Melakukan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) dan mengaktifkan Juru Pemantau Jentik (Jumantik) dikatakan Harianto merupakan salah satu upaya penting yang harus dilakukan masyarakat untuk membasmi Nyamuk Aedes Aegepty.
“Kalau dalam seminggu sekali betul betul kita lakukan PSN di rumah tentunya jentik tidak akan ada. Dan kami menyampaikan, merekomendasikan kepada seluruh kades lurah KUPP dan lintas sektor, pastikan bahwa di rumah tidak ada jentik. Kedua agar membentuk atau mengaktifkan kembali juru pemantau jentik baik di sekolah di rumah maupun di lingkungan sekitarnya. pastikan bahwa disetiap minggu kita melakukan pemberantasan sarang nyamuk,” tegasnya
Selain itu, upaya gotong royong membersihkan kampung disebutkan Harianto dapat mulai diterapkan kembali.
” Kemudian menggalakkan masyarakat untuk sadar, tahu dan mampu dalam rangka gotong royong. Jadi setiap minggu itu rt rw setempat melakukan agenda gotong royong. Jadi, desa lurah membuat semacam program atau agenda rutin setiap seminggu sekali menggerakkan masyarakatnya untuk melakukan PSN,” ujarnya
Dia menyebutkan adanya 107 kasus DBD pada tahun 2021, dengan korban mayoritas anak-anak dan remaja.
“Sampai sekarang kita ada 107 kasus dari Januari sampai dengan November, tetapi 107 ini ada yang dengue dan ada yang demam berdarah. Dan kasus yang paling tinggi itu pada usia antara 5 tahun sampai 14 tahun ada 59 kasus,” tukasnya
Dia berharap akan ada Update Edaran Bupati Bangka Barat terkait penerapan PHBS untuk menjadi perhatian penting bagi kepada pihak terkait untuk diteruskan kepada masyarakat.
“Sebetulnya dulu sudah ada surat edaran bupati tapi sangat lebih baik kalau diupdate lagi. karena betul betul ada semacam daya tekan dari kepala daerah, menyampaikan seluruh Kades, Lurah, menyampaikan kepala dinas terkait untuk betul betul melakukan, bukan hanya tatanan masyarakat di perkantoran juga sangat penting sekali melakukan 3m plus ini,” pungkasnya


