Jurnalis : Ika Indriani
TARGETJURNALIS_BANGKABARAT_ Direktur Perumdam Tirta Sejiran Setason Kabupaten Bangka Barat melakukan peninjauan terhadap sumber air baku di Kolong Terabek yang mengalami pencemaran akibat jebolnya tanggul perbatasan sumber air baku dengan pembuangan air bekas penambangan timah yang berada di sekitar lokasi, Senin (13/12/2021)
“Pencemaran ini karena jebolnya tanggul pembatas antara kolong dengan kegiatan para penambang, sehingga airnya menjadi tercemar,” tegas Najamuddin, SH selaku Direktur Perumdam Tirta Sejiran Setason saat dikonfirmasi awak media di lokasi pencemaran.

Adanya penambangan timah di sekitar lokasi dan tanggul yang dibuat asal-asalan dan tidak permanen disinyalir menjadi sebab utama tercemarnya sumber air baku Kolong Terabek, bahkan terlihat keruh berwana coklat.
“Hari ini kami mengecek, terjun langsung ke lapangan melihat perkembangan situasi sumber air baku kami, ternyata setelah kami lihat sumber air masih keruh, masih tercemar, dalam hal ini karena adanya kegiatan di belakang (aktivitas penambangan yang terlihat masih aktif beroperasi),” jelas Najamuddin
Najamuddin juga menyesalkan kejadian yang bisa merugikan Perumdam dan masyarakat pelanggan selaku pengguna air bersih tersebut.
“Apabila air ini luber karena hujan atau air pasang, itu paling tidak 2 hari bisa normal kembali, ini karena ada air bekas tailing (penambangan) masuk, ini memerlukan waktu bisa 10 hingga 15 hari. Ini sulit bagi kami karena kami bertanggung jawab untuk distribusi air pelayanan di sekitar Pemda, Kodim, Pait Jaya, Polres, RSUD. Artinya ada kondisi vital yang harus kami layani,” tukasnya

Namun, kepada masyarakat pengguna air baku Perumdam, Najamuddin menegaskan bahwa tidak usah merasa khawatir, karena pihaknya telah melakukan penyesuaian sehingga air yang disuplay ke masyarakat layak dan aman untuk digunakan.
“Setelah air kami ambil dan dilakukan pengolahan dengan menambah dosis bahan kimia, air ini masih mampu kami olah, jadi masih sesuai dengan Permenkes RI 492 tahun 2010, masih sesuai kualitasnya bagi masyarakat, tapi saya harapkan aktivitas ini tidak berlangsung terus menerus, kegiatan itu tidak berulang lagi, karena cuaca juga semakin extreem dan kita tidak tau sampai kapan berhentinya,” tukasnya
Najamuddin juga menjelaskan pihaknya telah berkoordinasi dengan Pimpinan Daerah dan instansi terkait lainnya, guna mencari jalan penyelesaian terbaik, agar pencemaran air baku tersebut tidak terulang kembali.
“Sebelum ke sini, saya sudah koordinasi dengan Pol PP bersama Lingkungan Hidup, bahwa ini tidak bisa dikerjakan oleh PDAM sendiri, harus bersama-sama dengan stake holder lainnya. Secara lisan juga saya sudah melapor kepada Pak Bupati, Pak Wabup bahwa ini kondisi yang terjadi, kendati pelayanan masyarakat masih bisa kami layani,” pungkasnya


