TARGETJURNALIS_BANGKA BARAT – Suasana khidmat dan penuh semangat kebersamaan mewarnai Rapat Paripurna DPRD Kabupaten Bangka Barat dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-23 Kabupaten Bangka Barat yang digelar di Gedung Mahligai Betason II DPRD Bangka Barat, Senin (26/5/2026).
Momentum hari jadi daerah tersebut menjadi ajang refleksi perjalanan pembangunan sekaligus penguatan komitmen bersama dalam mendorong kemajuan Negeri Sejiran Setason ke arah yang lebih baik.
Rapat paripurna dipimpin langsung oleh Ketua DPRD Bangka Barat, Badri, serta dihadiri Bupati Bangka Barat, Markus, unsur Forkopimda, kepala OPD, tokoh masyarakat, para mantan pejabat daerah, hingga tamu undangan lainnya.

Dalam sambutannya, Badri mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menjadikan peringatan HUT ke-23 Bangka Barat sebagai momentum memperkuat rasa syukur atas berbagai capaian pembangunan yang telah diraih selama dua dekade lebih perjalanan daerah tersebut.
“Kita jadikan ini sebagai momentum untuk mengingat kembali bahwa setiap capaian pembangunan yang kita raih saat ini adalah berkat kerja sama, kerja keras para pendahulu-pendahulu kita dan sebagai wujud syukur dan terima kasih kepada para pendahulu kita, kita harus tetap bekerja dan memberikan yang terbaik bagi masyarakat daerah kita Kabupaten Bangka Barat,” ujarnya.
Ia juga menyampaikan penghormatan dan apresiasi kepada seluruh tokoh pemekaran, mantan kepala daerah, mantan pimpinan DPRD, serta seluruh pihak yang telah memberikan kontribusi nyata terhadap pembangunan Bangka Barat sejak awal berdiri hingga saat ini.
Menurut Badri, perjalanan pembangunan Kabupaten Bangka Barat selama 23 tahun terakhir telah menghadirkan banyak kemajuan di berbagai sektor. Meski demikian, tantangan pembangunan ke depan dinilai akan semakin kompleks sehingga membutuhkan sinergi seluruh pihak.
“Kami akui bahwa tantangan pada masa-masa yang akan datang akan jauh lebih berat dan kompleks. Namun, akan terasa ringan apabila pemerintah daerah, anggota DPRD, dan semua unsur masyarakat senantiasa bergandengan tangan, saling bersinergi dalam mewujudkan keinginan Kabupaten Bangka Barat yang lebih baik lagi,” katanya.

Badri menegaskan, peringatan hari jadi daerah bukan sekadar agenda seremonial tahunan, melainkan momentum introspeksi terhadap capaian dan kekurangan yang masih harus diperbaiki bersama. Oleh sebab itu, ia berharap hubungan harmonis antara legislatif, eksekutif, dan masyarakat dapat terus terjalin demi mempercepat pembangunan daerah.
“Hendaknya kita renungkan bersama pada momentum perayaan hari ulang tahun Bangka Barat ke-23 ini. Mari kita tingkatkan sinergitas dan integritas dengan beranjak dari kompetensi masing-masing. Melalui HUT Kabupaten Bangka Barat yang ke-23, kita tingkatkan pembangunan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi dan memajukan sumber daya manusia demi mewujudkan Bangka Barat yang berkeadilan, makmur, tangguh, dan bersahabat,” pungkasnya.
Sementara itu, Bupati Bangka Barat Markus dalam pidatonya mengajak seluruh masyarakat untuk memahami makna sejarah lahirnya Kabupaten Bangka Barat sekaligus memperkuat rasa memiliki terhadap daerah.
“Dengan semakin bertambahnya usia Kabupaten Bangka Barat ini, saya mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama memahami arti penting sejarah hari lahirnya Bangka Barat, bagaimana seluruh komponen masyarakat mampu menumbuhkan rasa bangga dan ikut memiliki, untuk bersama-sama berperan aktif dalam memajukan daerah yang kita cintai ini,” tegas Markus.
Mengusung tema “Melalui Hari Jadi ke-23 Kabupaten Bangka Barat, Kita Tingkatkan Pembangunan untuk Mendorong Pertumbuhan Ekonomi dan Memajukan Sumber Daya Manusia demi Mewujudkan Bangka Barat yang Berkeadilan, Makmur, Tangguh, dan Bersahabat”, Markus menyebut tema tersebut mencerminkan semangat percepatan pembangunan di berbagai sektor strategis.

Menurutnya, pembangunan daerah merupakan proses multidimensional yang mencakup seluruh aspek kehidupan masyarakat sehingga harus dikawal bersama melalui pendekatan yang holistik, integratif, dan berkelanjutan.
“Pembangunan yang kita lakukan harus mampu menyentuh seluruh lapisan masyarakat. Oleh karena itu proses pembangunan di Bangka Barat harus dikawal bersama dengan pendekatan yang terintegrasi agar visi Bangka Barat yang maju, sejahtera, dan bermartabat dapat benar-benar terwujud,” jelasnya.
Dalam kesempatan itu, Markus juga memaparkan sejumlah indikator makro pembangunan daerah. Ia menyebut Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Bangka Barat mengalami peningkatan dari 71,36 menjadi 72,23. Capaian tersebut menunjukkan adanya peningkatan kualitas pendidikan dan pembangunan sumber daya manusia di daerah.
Namun demikian, ia mengakui masih terdapat sejumlah persoalan yang menjadi pekerjaan rumah pemerintah daerah, salah satunya meningkatnya angka kemiskinan dari 2,59 menjadi 2,92 persen serta perlambatan pertumbuhan ekonomi dari 5,47 persen menjadi 1,71 persen.
“Hal ini tentu menjadi perhatian serius bagi pemerintah daerah. Untuk mengatasi kondisi tersebut diperlukan berbagai intervensi strategis melalui kebijakan yang tepat, stimulus investasi lokal, pemberdayaan masyarakat, serta pembangunan infrastruktur yang terintegrasi,” ujarnya.
Markus menegaskan pemerintah daerah akan terus mendorong berbagai program pembangunan yang selaras dengan kebijakan nasional dan berorientasi pada pembangunan berkelanjutan yang berwawasan lingkungan.

Menurutnya, Bangka Barat harus mampu melakukan akselerasi pembangunan dengan memaksimalkan potensi daerah serta menerapkan sistem pemerintahan yang responsif, inovatif, dan berkelanjutan.
“Pemerintah daerah tidak bisa bekerja sendiri. Pembangunan membutuhkan kolaborasi dengan seluruh stakeholder agar tercipta pembangunan yang holistik dan integratif,” katanya.
Ia pun mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus menjaga kekompakan, memperkuat sinergi, dan bersama-sama membangun Bangka Barat menghadapi tantangan pembangunan di masa mendatang.
“Bangka Barat merupakan tanggung jawab kita bersama. Maka dari itu saya mengajak seluruh pihak untuk bergandengan tangan, bahu membahu, dan saling merangkul demi mewujudkan visi dan misi bersama membangun Negeri Sejiran Setason yang kita cintai ini,” pungkas Markus.
Di akhir sambutannya, Markus berharap seluruh upaya pembangunan yang telah dilakukan dapat menjadi bentuk pengabdian nyata bagi masyarakat serta membawa Bangka Barat menjadi daerah yang semakin maju, mandiri, dan bermartabat di masa depan.


