BANGKA BARAT – Wakil Bupati Bangka Barat, Yus Derahman, mengimbau seluruh lapisan masyarakat untuk meningkatkan kepedulian terhadap perlindungan anak. Ia meminta warga tak ragu melapor jika menemukan berbagai persoalan yang dapat mengancam keselamatan dan tumbuh kembang generasi muda.
Ancaman terhadap anak saat ini dinilai semakin kompleks, terutama di ruang digital—mulai dari maraknya judi online (judol), perundungan (cyberbullying), hingga eksploitasi dan kekerasan seksual.
Hal tersebut disampaikan Yus Derahman saat memimpin Upacara Peringatan Hari Anak Nasional yang berlangsung di SMAN 1 Mentok, Bangka Barat, pada Kamis (23/7/2026).
Dalam amanatnya, Yus menekankan pentingnya sinergi antara keluarga, sekolah, masyarakat, dan pemerintah dalam memantau serta mendeteksi dini persoalan anak. Masyarakat diimbau aktif memanfaatkan saluran pengaduan resmi agar penanganan dapat dilakukan secara cepat dan tepat.
“Masyarakat dapat memanfaatkan layanan pengaduan resmi melalui Sahabat Perempuan dan Anak (SAPA) 129,” ujar Yus Derahman.
Ia menjelaskan bahwa hotline SAPA 129 tidak hanya terbatas untuk menangani kasus judi online, tetapi juga siap menerima aduan terkait kekerasan, eksploitasi, hingga perundungan yang membahayakan masa depan anak.
Yus juga menegaskan maraknya aktivitas digital tanpa pengawasan ketat dinilai membuat anak-anak rentan terpapar dampak negatif. Yus menyoroti secara khusus fenomena judi online yang kian mengkhawatirkan.
“Di lapangan, jeratan judi online terbukti memicu gangguan mental hingga kecanduan ekstrem, penurunan drastis prestasi akademik akibat hilangnya fokus belajar, hingga memicu perilaku kriminal sekunder,” tegas Yus.
Selain judi online, Yus juga meminta orang tua dan tenaga pendidik mewaspadai ancaman digital lainnya, seperti adiksi game online, penyalahgunaan media sosial, hingga paparan konten pornografi. Ia berharap momentum Hari Anak Nasional ini dapat menjadi alarm bersama untuk memperkuat benteng perlindungan anak, baik di dunia nyata maupun di ruang siber.


