TARGETJURNALIS_PANGKALPINANG_ Pemerintah Kota Pangkalpinang diwakili Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesra, Agustu Effendi menghadiri Peringatan Hari Lanjut Usia Nasional Ke-30 Tahun 2026 oleh Lansia Aktif Peduli Indonesia Kota Pangkalpinang di Halaman Rumah Bpk. Suhaili Ishak, Jl. Tampuk Pinang Pura /Depan Taman Dealova, Sabtu (13/6/2026).
Pada tahun ini, Peringatan Hari Lanjut Usia Nasional (HLUN) Ke-30 di Pangkalpinang dan seluruh Indonesia mengusung tema nasional “Lansia Tangguh, Indonesia Tumbuh: Lansia Sehat dan Mandiri untuk Indonesia Berdaya” dengan gerakan kampanye “30 Menit Bersama Lansia”.
Dalam arahannya, Agustu Efendi menjelaskan bahwa saat ini, Lansia tidak lagi hanya dipandang sebagai penerima perawatan, tetapi juga penjaga nilai budaya, pengasuh cucu, hingga sosok yang menjaga keharmonisan keluarga.
Namun tidak sedikit lansia yang merasa kesepian, mengalami penurunan kesehatan, atau kehilangan ruang sosial setelah memasuki masa pensiun.
“Pembahasan tentang lansia hari ini tidak lagi hanya soal umur panjang, tetapi juga tentang bagaimana mereka tetap sehat, aktif, dan merasa bermakna dalam kehidupan sehari-hari,” ujarnya.
Dia juga mengakui banyaknya anggapan di masyarakat bahwa lansia identik dengan sakit-sakitan, tidak produktif, atau tidak lagi perlu memperhatikan kesehatan reproduksi dan mental.
“Padahal, lansia tetap membutuhkan perhatian, rasa dihargai, kasih sayang, serta kesempatan untuk hidup bahagia,” tegasnya.
Salah satu tantangan terbesar dikatakan Agustu, yang dihadapi lansia bukan hanya masalah kesehatan fisik, tetapi juga rasa kesepian dan kehilangan ruang komunikasi.
“Selain dukungan emosional, kesehatan lansia juga perlu dijaga melalui pola makan bergizi, olahraga rutin, komunikasi yang baik, dan pemeriksaan kesehatan secara berkala,” tukasnya.
Karena itu, menjaga kualitas hidup lansia tidak selalu harus dimulai dari hal besar. Hal-hal sederhana seperti mendengarkan cerita mereka, menemani berjalan pagi, atau sekadar mengajak berbincang sering kali memiliki makna emosional yang sangat besar.
“Hari Lanjut Usia Nasional bukan hanya peringatan untuk para lansia, tetapi juga menjadi momen refleksi bagi generasi muda yang menentukan bagaimana nilai menghormati orang tua diwariskan kepada generasi berikutnya,” pungkasnya.


